STMIK Pringsewu Gelar Bursa Kewirausahaan

Mahasiswa STMIK Pringsewu menggelar bazar bursa kewirausahaan, yang berlangsung selama 3 hari, mulai Senin (03/12) sampai Rabu (05/12) di pelataran Kampus setempat. Bursa Kewirausahaan yang dibuka dengan workshop kewirausahaan itu mengambil tema mengubah pola pikir dari mencari kerja menjadi menciptakan peluang kerja. Hadir sebagai dengan narasumber dari Bank Lampung dan Dinas Koperindag Pringsewu.   Dalam sambutan pembukaan, Ketua STMIK Pringsewu…

By edisamsuri29091995

POS DIKTI 2012 STMIK PRINGSEWU

 

Pada gelaran POS DIKTI 2012 ini, seluruh mahasiswa baru STMIK PRINGSEWU LAMPUNG diwajibkan untuk mengikuti kegiatan POS DIKTI sebagai upaya pengenalan kampus bagi mahasiswa baru tersebut. POS DIKTI 2012 STMIK PRINGSEWU LAMPUNG diselenggarakan mulai tanggal 28 – 30 September 2012.

Dalam Program Orientasi Studi Pendidikan Tinggi (POS DIKTI 2012), untuk tahun ini pembukaan POS DIKTI 2012 STMIK PRINGSEWU LAMPUNG diselenggarakan di STMIK PRINGSEWU LAMPUNG Kampus Gading Rejo. Acara pembukaan tersebut berlangsung pada hari Jum’at 28 September 2012 mulai pukul 08.00 – selesai yang dibuka oleh Letkol (Inf.) Rionardo Komandan Kodim (Dandim) 0424/Tanggamus sekaligus menjadi narasumber tentang 4 Pilar Kebangsaan. Hadir pula dalam acara pembukaan POS DIKTI 2012 tersebut ; Fauzi, S.E., M. Kom., Akt. (Ketua Yayasan), Rita Irviani, M.M. (Ketua STMIK Pringsewu), E. Yunaeti A, M.T.I (Wakil Ketua I), Kasmi, S.E., (Wakil Ketua II), Nur Aminudin, M.T.I (Wakil Ketua III), para Bapak/Ibu dosen pendamping mahasiswa, serta para pengurus BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa).

Acara pembukaan POS DIKTI 2012 STMIK PRINGSEWU LAMPUNG diikuti sekitar 650 mahasiswa baru STMIK PRINGSEWU LAMPUNG. Dimana seluruh peserta tersebut merupakan mahasiswa dari Program Studi : Sistem Informasi, Manajemen Informatika.

Sesuai dengan jadwal acara, maka pada acara pembukaan POS DIKTI 2012 tersebut terlebih dahulu dimulai dengan tari sigeh penguten oleh mahasiswa STMIK Pringsewu.

By edisamsuri29091995

Pertumbuhan Hijau di Myanmar & Pertumbuhan visi demokrasi bagi pembangunan masa depan / dimasa yg akan datang

Pertumbuhan ekonomi yang lambat di Myanmar telah memberikan kontribusi besar terhadap pelestarian hutan. Jean-Marie Hullot

Pertumbuhan ekonomi yang lambat di Myanmar telah memberikan kontribusi besar terhadap pelestarian hutan. Jean-Marie Hullot

BOGOR, Indonesia (9 Januari 2012)_Terbang langsung ke Nay Pyi Taw, ibukota Myanmar, membuat saya berpikir kota ini mirip lokasi pembuatan film: bentangan jalan raya semen delapan lajur diapit hotel besar dan baru, kantor pemerintahan, namun tak terlihat mobil, pejalan kaki, atau rumah pribadi di sekitarnya. Di dalam perjalanan bus ke Yangon, visi ambisius ibukota ini terasa kontras dengan pemandangan sawah yang penduduknya jarang bertani, diapit dengan bukit-bukit gundul dihiasi tanaman bibit pohon jati.

Perubahan akan terjadi di Myanmar — negara di Asia Tenggara yang dahulu dikenal sebagai Burma — dengan pesat. Masuknya arus kepentingan pihak luar yang ingin memanfaatkan kekayaan sumber daya Myanmar yang kini dapat diakses dengan mudah, pemerintah menghadapi beberapa pilihan yang menantang: bagaimana caranya mencapai tujuan pertumbuhan hijau yang telah dicanangkan, seraya tetap menjaga keseimbangan kebutuhan investor asing, memelihara lingkungan, dan mempertahankan pembangunan pedesaan.

Pertumbuhan Hijau dan Strategi Energi Hijau – sebuah sinyal harapan…

Dengan pemikiran seperti itulah saya menempuh perjalanan ke negara demokrasi berkembang ini untuk menghadiri forum nasional kedua tentang “Green Growth and Green Energy (GEGG) yang menyatukan para pemimpin di sektor swasta, pemerintah, dan penelitian guna membahas jalur pembangunan yang berkelanjutan.

Myanmar berada di bawah kekuasaan militer dalam satu atau lain bentuk sejak tahun 1962, namun peralihan kepemimpinan baru-baru ini membuat berbagai konsesi dalam sistem politik dan ekonomi, mengakibatkan terjadinya percepatan perbaikan hubungan dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Uni Eropa. Hal ini sontak membawa masuknya para investor swasta dan donor yang ingin memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Myanmar (bahkan saat ini tersedia rute penerbangan kelas bisnis dari Jepang ke Yangon, kota komersial di Myanmar, tiga kali dalam seminggu).

…tapi apakah ini memungkinkan, mengingat absennya LSM dan donor utama?

Terlepas dari kesan saya akan pedesaan sepanjang ibukota dan Yangon, lambatnya pertumbuhan ekonomi Myanmar telah berkontribusi terhadap pelestarian sebagian besar hutannya (lebih dari 49%), membuat Myanmar menjadi salah satu kawasan hamparan hutan alam terbesar di Asia Tenggara. Karenanya, amatlah bagus jika Myanmar mempunyai wakil presiden seperti Dr. Sai Mauk Kham yang memberi indikasi komitmen bangsa tersebut terhadap jalur “pertumbuhan hijau”, sehingga “tidak memilih jalur pertumbuhan yang akan menguras sumber daya alam “. Selain itu, ia menekankan bahwa periode ‘pertumbuhan pertama, bersihkan nanti’ sudah berakhir.

Namun, ketika saya melihat daftar pembicara dan panelis yang diundang, tampaknya ada beberapa kesenjangan utama yang mungkin menimbulkan kekhawatiran tentang apakah para pemangku kepentingan lingkungan alam dan pedesaan cukup terwakili.

Pada tahun 2011, konferensi yang sama mendapat dukungan signifikan dari komunitas pembangunan dan konservasi (termasuk pemenang Nobel, Aung San Suu Kyi). Meski acara tahun ini mendapat sponsor internasional serta dihadiri oleh perwakilan dua organisasi konservasi internasional, sebagian besar donor utama dan organisasi konservasi daerah justru absen.

Lambatnya laju pertumbuhan ekonomi Myanmar telah berkontribusi terhadap pelestarian sebagian besar hutannya, membuat Myanmar menjadi salah satu kawasan hamparan hutan alam terbesar di Asia Tenggara.

Donor dan LSM luar tidak pernah dapat menggantikan lembaga-lembaga nasional yang bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan dan penegakan hukum yang membuat pembangunan pedesaan dan hutan konservasi mungkin, namun mereka memiliki banyak pengalaman (meski tidak semua baik) tentang bagaimana negara-negara lain lebih efektif melakukan (konservasi) (atau di mana mereka gagal). Apapun alasan untuk representasi buruk mereka pada pertemuan ini, para pengambil keputusan di negeri ini perlu mendengar dari berbagai perspektif agar lebih efektif membimbing pembangunan bangsa secara berkelanjutan dan adil.

Sebaliknya, penyelenggara forum tampaknya lebih tertarik untuk menjalin hubungan dengan sektor swasta — dan berbagai utilitas internasional, teknik, dan perusahaan investasi swasta yang terwakili dengan baik. Ini jelas merupakan para mitra yang dibutuhkan dalam pembangunan setiap negara, namun forum ini tidak bisa mengklaim telah mewakili kepentingan sebagian besar warga pedesaan Myanmar, tidak peduli seberapa baik niat penyelenggara forum.

By edisamsuri29091995

Para peneliti menilai kegiatan pemicu deforestasi & mendesak para negara bertindak di Doha

Menangani berbagai pendorong pembabatan hutan, seperti misalnya pertanian, akan segera menghasilkan berkurangnya emisi dari hutan. Ollivier Girard/CIFOR

Menangani berbagai pendorong pembabatan hutan, seperti misalnya pertanian, akan segera menghasilkan berkurangnya emisi dari hutan. Ollivier Girard/CIFOR

DOHA, Qatar (27 November 2012)_Untuk pertama kalinya para ilmuwan telah menilai kegiatan-kegiatan utama yang memicu deforestasi dan degradasi hutan pada tingkat nasional di hampir semua negara berkembang — yang memberikan informasi penting untuk negara-negara yang sedang menegosiasikan kebijakan perubahan iklim pada pembicaraan tentang iklim PBB selama dua minggu di Doha.

Pertanian ditemukan sebagai pendorong dari 80 deforestasi dunia.

“Menangani berbagai pendorong pembabatan hutan, seperti misalnya pertanian, akan segera menghasilkan berkurangnya emisi dari hutan,” ujar Gabrielle Kissinger dari  Lexeme Consulting dan penulis pembantu  laporan sintesis untuk para pembuat kebijakan  REDD+.

“Sebuah keputusan PBB mengenai pendorong akan memberi tanda kepada negara negara yang terlibat dalam REDD+ betapa pentingnya pendorong itu sebenarnya..dan sangatlah penting untuk berbagai negara mulai untuk menangani isu ini sekarang bila mereka ingin memenuhi komitmen pengurangan emisinya.”

Sampai akhir-akhir ini, hanya sedikit negara yang mampu mengatakan dengan tepat seberapa besar proporsi deforestasi yang terkait dengan pertanian, infrastruktur, pertambangan atau pembalakan karena kurangnya data.

Laporan tersebut, salah satu dari yang pertama yang meninjau pendorong global secara ekstensif dengan dasar negara ke negara, menemukan bahwa pertanian komersial merupakan pendorong deforestasi yang paling penting di Amerika Latin (menyebabkan 67 persen deforestasi), sementara ekstraksi kayu dan kegiatan penebangan mendominasi di Afrika dan Asia (menyebabkan 70 persen dari deforestasi).

Temuan semacam itu diharapkan memberi informasi pada negosiasi mengenai pengukuran dan pelaporan gas rumah kaca (MRV) dalam  REDD+, suatu area yang diharapkan banyak orang akan diselesaikan pada akhir minggu depan.

“Memahami apa yang mendorong perubahan di hutan Anda, baik sekarang maupun di masa lalu, merupakan hal penting dalam mengembangkan tingkat acuan emisi untuk REDD+ sehingga kami menganggap keadaan nasional dan skenario pendukung yang menyimpang dari kecenderungan historis,” ujar Martin Herold, seorang ilmuwan dengan Wageningen University dan rekanan dengan Center for International Forestry Research (CIFOR).

“Namun sedikit sekali penelitian yang telah dilakukan mengenai bagaimana menganalisis emisi gas rumah kaca dari pendorong karena data nasional dan lokal yang diperlukan sering kali tidak mudah didapat.”

Sebuah keputusan PBB mengenai pendorong akan memberi tanda kepada negara-negara yang terlibat dalam REDD+ betapa pentingnya pendorong itu sebenarnya dalam memerangi emisi karbon.

“Menangani berbagai pendorong pembabatan hutan, akan secara langsung mengakibatkan berkurangnya emisi dari hutan. REDD+ ialah sebuah skema mitigasi iklim yang memberikan insentif finansial kepada negara-negara berkembang untuk menghindari emisi gas rumah kaca yang berhubungan dengan pembabatan hutan. Keberlangsungan jangka panjang dari skema tersebut tergantung pada mengubah kegiatan-kegiatan bisnis-seperti-biasa yang menyebabkan pembukaan lahan hutan dan emisi gas rumah kaca dari hutan.

Kegiatan-kegiatan ini, atau pendorong deforestasi, diklasifikasikan sebagai langsung atau tak langsung. Pendorong langsung adalah kegiatan manusia yang secara langsung mengubah tutupan hutan seperti misalnya ekspansi urban, infrastruktur, pertambangan, penebangan kayu atau pertanian. Pendorong tidak langsung ialah proses-proses internasional dan nasional yang rumit yang memengaruhi kegiatan manusia, seperti misalnya perubahan dalam pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan populasi, harga-harga dan tata kelola komoditas

By edisamsuri29091995

PENYULUHAN NARKOBA DAN BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN TUBUH SISWA KELAS 8 SMP SANTO YOSEF LAHAT

 

Untuk menjauhkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba dan juga  informasi tentang bahaya merokok bagi kesehatan tubuh, SMP Santo Yosef bekerjasama dengan puskesmas Pagar Agung Lahat menggelar penyuluhan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMP Santo Yosef pada hari Rabu (14/3) dan diikuti oleh seluruh kelas 8 sebanyak 138 siswa. Narasumber dalam penyuluhan ini berasal dari tenaga kesehatan Puskesmas Pagar Agung Lahat yaitu Dr. Desi dkk…….
Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan kesadaran bagi pelajar, khususnya siswa SMP santo Yosef tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan juga bahaya merokok bagi kesehatan tubuh sehingga  mereka akan berupaya untuk menjauhinya. Sebab saat ini penyalahgunaan narkoba dan juga kebiasaan merokok yang dilakukan oleh para remaja kondisinya sungguh memprihatinkan.
Pada penyuluhan kali ini Dr.Desi menjelaskan kepada siswa tentang faktor-faktor penyebab penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), gejala dini penderita NAPZA, ciri-ciri remaja yang berpotensi menggunakan NAPZA serta bagaiman cara yang dilakukan untuk terhindar dari penyalahgunaan NAPZA.
Sedangkan berkaitan dengan bahaya merokok, Dr. Desi berawal menjelaskan tentang zat-zat  apa saja yang terkandung dalam rokok sehingga dapat dikatakan berbahaya bagi tubuh manusia. Kemudian pada paparan selanjutnya dijelaskan mengenai  perokok aktif dan perokok pasif, apa bahaya yang ditimbulkan bagi perokok aktif dan pasif serta bagaimana cara supaya orang yang kecanduan rokok bisa berhenti total.
Dari pengamatan guru pendamping, selama kegiatan berlangsung para siswa terlihat begitu antusias, apalagi dalam penyajian materi disertai gambar-gambar sehingga menarik perhatian siswa. Respon yang muncul dari siswa beragam, khususnya pada saat Dr. Desi menyebutkan ciri-ciri pemakai NAPZA, para siswa saling mengamati teman-teman mereka sambil tertawa. Pada intinya kegiatan ini menjadikan siswa memilki  pengetahuan yang lebih luas lagi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh, sehingga diharapkan mereka menghindarinya.
Di akhir sesi bapak Paulus Wargito, S. Pd selaku Waka Kurikulum menyampaikan kepada seluruh siswa, bahwa setelah mengetahui lebih dalam lagi tentang bahaya narkoba dan rokok maka diharapkan siswa untuk tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, apalagi terpengaruh oleh pergaulan yang tidak baik. Diharapkan siswa untuk mengisi waktu belajar dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti olahraga dan kegiatan lainnya. Sebab dengan tingginya aktivitas, maka hal-hal yang berkaitan dengan penyalahgunaan Narkoba dan juga kebiasaan merokok dapat diminimalisir.
By edisamsuri29091995

Presiden umumkan menteri kesehatan baru hari ini

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengumumkan nama-nama baru di Istana Bogor

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor hari ini akan mengumumkan menteri kesehatan baru pengganti Endang Rahayu yang meninggal dunia Mei lalu.

Yudhoyono juga akan mengumumkan wakil menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Sejak Selasa, ada sejumlah nama yang beredar dan disebut-sebut sebagai kandidat kuat menteri kesehatan yaitu Nafsiah Mboi.

Nafsiah, 72, adalah dokter spesialis anak yang aktif di bidang HAM dan pernah menjadi ketua komite hak-hak anak untuk PBB. Di bidang pemerintahan, ia pernah menjadi anggota MPR RI (1982-1987). Ia juga pernah menjabat sebagai wakil ketua komnas perempuan dan sekarang sebagai Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional.

Sedangkan nama Rudi Rubiandini disebut sebagai Wamen ESDM. Rudi, 50, adalah Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas, Rudi Rubiandini, dikabarkan akan menjadi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Ia akan mengisi kursi yang kosong sejak Widjajono Partowidagdo meninggal dunia, April lalu.

Ada pula nama Chatib Basri, 46, sebagai Kepala BKPM untuk menggantikan Gita Wirjawan. Chatib masih menjabat Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN). Ia tercatat sebagai tenaga pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) sekaligus direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM-UI). Belum lama ini ia bergabung ke Partai Demokrat.

Terakhir, posisi Kepala BPN diprediksi akan diisi oleh mantan jaksa agung Hendarman Supandji.

By edisamsuri29091995

Keinginan Ardian Sebelum Meninggal dalam Tragedi Banjir UOB Plaza

Keinginan Ardian Sebelum Meninggal dalam Tragedi Banjir UOB Plaza

Liputan6.com, Jakarta : Jenazah Ardian Eko ditemukan mengambang oleh tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut di Basement 1 Gedung UOB Plaza, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Sebelum meninggal, pria 27 tahun ini memiliki keinginan mulia.

“Sering ngomong pingin cepat-cepat menikah. Waktu itu dia bilang pinginnya dicariin pacar dulu, biar kenal sebelum menikah. Tapi sekarang keinginannya itu tidak pernah bisa diwujudkan sama dia,” kata salah satu rekan kerja Ardian yang enggan disebutkan identitasnya di Jakarta, Sabtu (19/1/2013).

Pria itu menuturkan, saat kejadian dirinya masuk pada shift kedua. Sehingga, saat tiba di Gedung UOB sekitar pukul 13.00 WIB, air sudah menggenangi basement bertingkat tiga yang selalu ramai pengunjung setiap harinya.

“Saya datang siang, langsung dikasih tahu kalau dua teman saya terjebak di dalam basement. Akhirnya saya stand by di sini, menunggu kepastian mereka. Tapi Allah berkata lain, mereka ditemukan sudah tidak bernyawa,” ucapnya sedih.

Dirinya merasa kehilangan atas kepergian Ardian. Terlebih Ardian memiliki semangat kerja di atas rata-rata teman lain.

By edisamsuri29091995

Marzuki Alie: Kompleks DPR Siap Tampung Korban Banjir

Marzuki Alie: Kompleks DPR Siap Tampung Korban Banjir

Liputan6.com, Jakarta : Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan, pintu DPR selalu terbuka bagi korban banjir untuk menggunakan tempat yang telah disediakan terutama untuk dijadikan lokasi pengungsian. Hal itu ia sampaikan saat bersama sejumlah anggota DPR dan Sekjen DPR Nining Indra Saleh “blusukan” di beberapa lokasi yang tergenang banjir.

Menurut Marzuki, DPR menyediakan call center bagi korban banjir dan siap 24 jam menjemput para korban untuk ditampung di Gedung DPR.

“Kita sediakan bus kesekjenan DPR untuk menjemputnya. Kita juga mengerahkan relawan dan semuanya ikut serta jajaran kesekjenan mulai dari pengamaman dalam, para staf ikut membantu. Kita harus melakukan hal ini,” kata Marzuki saat mengunjungi korban banjir di Kampung Sukamulya, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (19/1/2013).

Ia bersama sejumlah anggota DPR dan Sekjen DPR Nining Indra Saleh “blusukan” di beberapa lokasi yang tergenang banjir.

Dia menegaskan semua aparat harus siaga di tempat-tempat bencana. “Sekarang yang penting aksi, tidak perlu rapat-rapat berlama-lama. Bantu masyarakat yang sedang kesusahan,” ujar Marzuki saat naik perahu karet menuju lokasi pengungsi yang sudah terisolasi.

Ketika mendengarkan keluhan warga yang belum mendapatkan bantuan, politikus Partai Demokrat ini merasa prihatin. Marzuki meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (PNPB) lebih sigap memberi bantuan kepada warga. Ia pun memberikan bantuan obat-obatan dan sekitar 3.000 nasi kotak.

Selain itu, Marzuki memutuskan untuk membuat dapur umum di posko DPR. Sementara pendistribusian nasi bungkus, dapat dibantu oleh relawan kesetjenan DPR dan Jaringan Santri Indonesia serta BEM UIN.

Namun Marzuki Alie mengemukakan, langkah DPR sangat terbatas karena tidak adanya anggaran DPR untuk membantu masyarakat saat terjadi bencana banjir di Jakarta.

“Kita menjadi sulit karena kalau terjadi seperti ini yang dituntut masyarakat itu DPR. Padahal kita tidak ada anggaran dan kalau menggunakan dana pribadi atau sumbangan berapa besar sih kekuatannya?” ungkap Marzuki.

Dengan tidak adanya anggaran, menurut Marzuki, tidak bisa disalahkan jika ada anggota dewan turun ke lapangan dengan membawa bendera partainya.

By edisamsuri29091995

BERBAGI BERSAMA MELALUI PENDIDIKAN

PRINGSEWU – Kita memang tidak selalu bisa membangun masa depan bagi generasi muda. Namun, kita bisa mempersiapkan dan membangun generasi muda untuk masa depan. Kata-kata inilah yang menyemangati fauzi saat masih remaja. begitu tamat SMA, mantan ketua FKPPI Bandar Lampung 2000-2005 ini langsung memberanikan diri berwirausaha dengan membuka lembaga pendidikan kursus komputer. melalui pendidikan ini, ia berharap bisa mengajarkan kepada…

By edisamsuri29091995

SAMBUTAN KETUA YAYASAN STARTECH PRINGSEWU

    Fauzi, S.E., M.Kom., Akt. KETUA YAYASAN   Yang terhormat, Saudara Bupati Pringsewu, Saudara  Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu, Saudara MUSPIDA, Saudara Rektor/Ketua/Direktur PTS di Kabupaten Pringsewu, Saudara Ketua STMIK Pringsewu, Para sivitas akademika STMIK Pringsewu dan para karyawan, Hadirin dan undangan yang berbahagia, Para Wisudawan/wati yang saya cintai dan banggakan.   Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua….

By edisamsuri29091995